Dibawah perit mentari
Kelibat petani tua dan sabit sompeknya
Menari di tengah-tengah baruh
Mencongak sesuap dua rezeki
Buat anak penyambung tradisi
Perit diri tiada dihati
Perut anak perlu di isi
Penat dan sakit ditolak ke tepi
Pakaian anak perlu dibeli
Dibuang malu dihina dikeji
Rezeki dicari simpati dijauhi
Keringat tua kering di pipi
Penat lelah dibiar pergi
Senyum anak pengubat jerih sehari
Tinta iman azalea
Kubang Kerian,kelantan
Wednesday, August 5, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Tinta Sang Bidadari Cinta
- Eun Ariki Aizawa
- Bukankah purnama tersenyum simpul dan bintang-bintang bersorak riang? Lantas kamu biarkan kegelisahan kamu menjadi racun yang akan membunuhmu? maka jadilah insan yang paling Bahagia di dunia ini..
Jemputan Terhormat
Jemputan khasKu:
Perutusan:
- Kuras-kuras Kreatif
- AmigO Possa : Muhd. Mansur Abdullah
- Sangeetha : Azizi Abdullah (Anugerah MASTERA)
- Memoir Seorang Guru :Azizi Abdullah
- Tangisan Bulan Madu : Samsiah Mohd Nor
- Andainya Kutahu : Puteri Andalas
- Cinta Jati Klasik: Samsiah Mohd Nor
- 1515 : Faisal Tehrani
- Bulan Berbisik :Samsiah Mohd Nor
- Bidadari cinta:Samsiah Mohd Nor
Masih mencari ruang untuk mengulit rindu:
- Cinta Tiada Akhirnya oleh fauziah ashari
- Kembalikan Cintaku oleh Norhayati Berahim
- Tulang-Tulang Berselerakan oleh Usman Awang
- Ketupat Cinta oleh Faisal Tehrani
- Lentera Mustika oleh Nisah Haron
No comments:
Post a Comment